Menunda Kebaikan

Jika itu sebuah kebaikan, dan tak ada aral melintang untuk tidak segera melakukan, apa hukumnya menunda-nunda melaksanakannya?

Bukankah selayaknya sholat, lebih utama jika kebaikan itu disegerakan?

Karena jika telah ada waktu dan kemampuan, tapi kita yang dengan sengaja menciptakan alasan.. yang mengikuti kemudian malahan adalah ketidaknyamanan, penundaan-penundaan berikutnya, kehilangan kemuliaannya. Hingga pada akhirnya, jika beruntung masih ada waktu untuk melaksanakannya, akan jadi lebih tidak maksimal, kurang khusyu’ dan khidmat — akibat terburu-buru di penghujung waktu?

Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang senantiasa bersegera dalam kebaikan.

** sebuah renungan, pengingat, bahkan teguran. melalui mimpi yang datang malam-malam.

Dalam mimpi, saat itu waktu Isya’ telah datang namun dengan sengaja aku tidak melakukan. Beberapa saat menjelang, muncul urusan-urusan, tak henti-henti berdatangan, yang dalam tiap penyelesaiannya betapa tidak nyaman rasa khawatir bahwa aku belum sholat, bahwa mungkin saja waktu ini malah terlewat, dan penyesalan mengapa tadi justru beralasan ketika waktu yang lapang sesungguhnya sempat datang. Hingga kemudian terbangun lalu tersadar, alhamdulillah, sudah sholat Isya’.

Di titik itulah, aku menyadari betapa bersyukurnya mendapati diri dalam keadaan telah tunai sebuah kewajiban, sebuah kebaikan.

On the authority of Abdullah ibn Umar (may Allah be pleased with him), who said:

The Messenger of Allah (peace and blessings of Allah be upon him) took me by the shoulder and said, “Be in this world as though you were a stranger or a wayfarer.” And Ibn Umar (may Allah be pleased with him) used to say, “In the evening do not expect [to live until] the morning, and in the morning do not expect [to live until] the evening. Take [advantage of] your health before times of sickness, and [take advantage of] your life before your death.” [HR. Bukhari, hadits Arba’in no. 40]
“Dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, (yaitu) kesehatan dan waktu luang.” [HR. Bukhari, dari Ibn ‘Abbas]
Jakarta, 8 Juli 2018. Dini hari.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s