Ujian yang Sesungguhnya

“Gue gak pernah belajar selama ini. Biasanya mau osce kkd, ujian anat, sumatif, ujian pasien apa juga, paling belajar H-1, H-2. Ini udah osce kompre belajar 2 minggu berturut, ukmppd belajar sebulan lebih. Capek banget.”

– seorang teman, yang iya dia emang jago parah

Habis-habisan. Kalau ada satu frase yang boleh mewakili gimana usaha temen-temen buat nyiapin ukmppd, barangkali ini salah satu yang tepat.

Ribuan soal dibabat. Puluhan jam setiap hari dihabiskan. Untuk sekian ratus slide materi setiap hari. Sekian ragam buku teks, guideline, konsensus, you name it.

This is a HIGH STAKE exam. Ujian yang lain dari yang lain. “Bagaikan hidup dan mati,” katanya.

Sebegitu niatnya, sebegitu menguras energinya. Menyiapkan diri untuk ujian yang satu ini. Mempersiapkan bekal terbaik, amunisi terbaik.

Tapi bukankah ada ujian yang lebih HIGH STAKE lagi ketimbang ujian kompetensi dokter ini?

Ujian yang setiap kita PASTI akan menghadapi, hanya tidak tahu kapan datangnya nanti. Ujian yang bahkan lebih dari hidup dan mati.

Itulah ujian SETELAH kita MATI.

Berlapis-lapis. Mulai dari liang kubur, padang mahsyar, hingga shirothol mustaqim. Ketika berat timbangan amalan kebaikan dan tumpukan dosa ditimbang. Ketika penyesalan tak lagi menyisakan kesempatan. Ketika jawabannya berarti jatuh terjerembab terbakar dalam kobar siksa api neraka, atau bahagia syukur tiada tara menapak surga.

This is ultimately an exam with the HIGHEST STAKE.

Maka sudah seberapa banyak bekal kita siapkan untuk menghadapinya?

Sudahkah ada berjam-jam kita sisihkan, energi kita habiskan, bermalam kita simpuhkan, sekedar untuk mengingat, syukur-syukur mempersiapkan, ujian terbesar yang akan kita hadapi bersama-sama, nanti?

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk dan ampunan dari Dia Yang Maha Pemberi Petunjuk, Maha Pemurah lagi Maha Pengampun.

(Jakarta, 19 Februari 2019).


..‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’ Beliau menjawab, ‘yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’

(HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

P.S. Selamat kepada teman-teman cld ui 2019/20 batch I atas kelulusan UKMPPDnya! We did it guys! Alhamdulillah, rate 100% untuk first-taker. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Tapi lebih dari itu, I truly believe that hasil ini bukan hanya karena usaha keras kita bareng-bareng, tapi juga berkat dukungan, support, dan amunisi do’a yang luar biasa dari orang-orang terdekat kita — orang tua, guru-guru serta segenap staf fkui sekalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s